WHITE SHADOW
Tetesan air hujan memecahkan lamunanku, sejak tadi ku amati lampu hias didekat tempat tidurku yang terus menyala.. Cahaya gelap terang menghiasi kamar tidurku yang remang-remang dan hanya dicukupi oleh lampu kecil ini. Aku bergidik kedinginan,, angin meniup pohon-pohon rindang yang menghiasi pekarangan rumahku gemuruh petir menggelegar di luar sana Empat dinding beton penyekat kamar tidurku tak mampu menahan udara dingin yang menembus ventilasi kamar tidurku, lantai yang kududuki masih terasa dingin walau sudah dilapisi dengan karpet tebal.
Di semua sisi kamarku tergantung rak-rak kayu yang berisi buku-buku koleksiku. Tirai kamarku tersibak karena hembusan angin, hujan terus mengguyur rumah besar ini dengan aku sendiri yang berada didalamnya. Ku kembalikan posisi tirai ku seperti semula, ku lihat diluar masih sepi. Mobil Ayah juga belum terlihat, rasa kesendirianku memaksaku untuk tetap tinggal dikamar.
DAR….
Di semua sisi kamarku tergantung rak-rak kayu yang berisi buku-buku koleksiku. Tirai kamarku tersibak karena hembusan angin, hujan terus mengguyur rumah besar ini dengan aku sendiri yang berada didalamnya. Ku kembalikan posisi tirai ku seperti semula, ku lihat diluar masih sepi. Mobil Ayah juga belum terlihat, rasa kesendirianku memaksaku untuk tetap tinggal dikamar.
DAR….
RSS FEED
TWITTER